mendokumentasikan buku yang sudah saya baca tahun ini
(dimulai bulan ini dan mencoba mengingat yang sudah dibaca empat bulan sebelumnya) dan semoga tahun-tahun berikutnya. Hanya sekadar mendokumentasikan, memberi sedikit komentar yang hadir dari keterbatasan sel abu-abu yang saya miliki. Jadi, maaf, saya hanya pembaca amatir
Cara gampang beli buku. Lebih murah, biasanya diskon antara 10%-15%. Tinggal klik, pesan, diantar baru bayar.
sabuku.com
bukukita.com
inibuku.com
Buku ini ditulis Andre Vltchek dan Rossie Indira berdasarkan hasil wawancara dengan Pramudya Ananta Toer. Layak dibaca, mengungkap sisi lain kehidupan dan pemikiran yang membentuk Pram. Saat diwawancara, Pram mengatakan, dia sudah tidak bisa menulis lagi. Dia mengetahui benar kemampuan dan kekuatannya.
Lewat wawancara ini, kita akan menemui banyak perspektif baru dan keberanian khas seorang Pram saat mengungkap berbagai pemikiran dan analisanya. Baik tentang agama, pemerintahan dulu dan sekarang, kasus Irian, Timor-Timur, aliran Pramisme, dan keprihatinan dia pada generasi sekarang. Pram melihat, tak ada satu pemimpin berkualitas yang muncul di masa sekarang. Padahal dalam pandangannya, perubahan hanya bisa terjadi dari generasi muda.
Dalam pandangan saya, ada beberapa penulisan yang mengganggu, misalnya dalam pertanyaan berulang yang menyebutkan: Anda sebagai penulis terbesar -- meski saya sangat kagum pada tulisan-tulisannya -- tapi kata-kata itu agak mengganggu. Bukan pada esensi, tapi lebih pada rasa dan sifatnya memang sangat subyektif. Terlepas dari itu, buku ini sangat layak dibaca.
Judul : 1. a Cross the nightigale Floor, 2. Grass for the Pillow, 3. Brilliance of the Moon
Pengarang: Lian hearn
Penerbit : Matahati
Sebuah kisah di zaman feodal Jepang tentang peperangan antarklan, pengkhianatan, pembalasan dendam, kesetiaan, dan juga kehormatan dengan latar belakang cinta. Buku pertama dari trilogi. Penggabungan riset sejarah dan fiksi. Di buku kedua Hearn agak kedodoran. tapi dibuku pertama dan ketiga mengalir dan cukup menghibur. Sudah diterjemahkan ke dalam 26 bahasa.
Judul : The Zahir
Pengarang : Paulo Coelho
Penerbit : Gramedia
Buku bagus. Tidak sebagus Alkemis, namun bisa membuat kita membatin, "sebagian dari tulisan itu pernah saya alami dan mungkin juga orang lain alami." Alkemis buku pertama Coelho yang saya baca dan membuat saya ingin lebih mengenal karya lain dari pengarang ini. Tapi kemudian saya agak kecewa dengan bukunya yang berjudul Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk dan Menangis. Tapi terobati lagi dengan The Zahir.
Buku ini mengajak melakukan proses perenungan diri, membuka cakrawala baru yang selama ini mungkin sudah kita rasakan tapi terus diabaikan. Coelho juga mencoba mengetengahkan bagaimana mencinta apa adanya, menghargai individu sebagaimana adanya. Saya pikir ada sedikit sisi narsis Coelho di buku ini. Ada juga bagian kecil dari penulisan yang alurnya membosankan. Tapi apa pun, layak dibaca.
Judul : Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk dan Menangis
Pengarang : Paulo Coelho
Penerbit : Gramedia
Buat saya agak mengecewakan, mungkin karena saya membaca puncak karya Coelho terlebih dahulu, yaitu Alkemis. Rasanya banyak mengutip dari kisah-kisah santo, kitab suci, dan buku spiritual lainnya. Bercerita tentang cinta Pilar dan teman masa kecilnya yang kemudian menjadi pemuda karismatik. Mereka bertemu kembali setelah sebelas tahun, dengan berbagai perbedaan dan rasa cinta yang masih menyala. Pergulatan hati Pilar antara cintanya pada sang pemuda dan kesadaran bahwa si pemuda dibutuhkan banyak orang. Dan akhirnya, di tepi Sungai Piedra Pilar duduk dan menangis. Cinta mereka sekali lagi dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan terpenting yang muncul dari batin kehidupan.
Judul : Kebangkitan
Pengarang : Leo Tolstoy
Penerjemah : Koesalah Soebagyo Toer
Penerbit : KPG
Informasi yang saya dapat, Kebangkitan merubakan satu di antara tiga karya puncak Tolstoy (Anna Karenina dan Perang dan Damai). Saya merupakan pembaca pemula Tolstoy dan dimulai dari novel ini. Tidak perlu diragukan lagi, penggambaran karakter, suasana, dan juga keadaan pada masa itu sangat jelas. Mengharukan tapi tidak cengeng. Pergulatan sisi manusiawinya sangat terasa. Hanya saja, mungkin karena terjemahan sastra Rusia ke Indonesia, terasa ada sesuatu yang terputus. Agak kurang mengalir dan berat. Tapi itu pendapat saya sebagai pembaca yang benar-benar pemula.
Bercerita tentang usaha bangsawan Nekhlyudov menebus dosanya terhadap Katyusha, gadis desa yang dia tinggalkan saat mengandung darah dagingnya. Setelah 18 tahun berpisah, mereka bertemu di pengadilan. Nekhlyudov sebagai anggota juri dan Katyusha sebagai pelacur yang dituduh membunuh. Nekhlyudov ingin membantu, tapi sang gadis menolak. Perjalanan dan pergulatan batin Nekhlyudov dan Katyusha, sistem tuan tanah pada masa itu, serta cara dan detail Tolstoy menyampaikan, meninggalkan bekas pada pembacanya (saya tentu).
Judul : Tuhan Maha Tahu tapi Dia Menunggu
Pengarang : Leo Tolstoy
Penerbit : Jalasutera
Kumpulan cerita Leo Tolstoy. jauh lebih ringan dibanding Kebangkitan. Menyodorkan cerita dengan karakter-karakter kuat berikut juga pesan di dalamnya.
Judul : Selingkuh dua pemikir Martin Heidegger dan Hannah Arendt
Penulis : Elzbietta Ettinger
Penerbit : Nalar
Buku ini membuat saya mengenal filsuf Heidegger dan Arendt. Sebuah perkenalan yang menurut saya menarik, karena saya terlebih dahulu masuk ke bagian kehidupan pribadi mereka yang sangat manusiawi. Di buku ini Heidegger digambarkan sebagai lelaki yang egois, sisi manipulatif, ketakutannya sebagai manusia, pesona, dan juga kecerdasannya. Sedangkan Arendt digambarkan sebagai perempuan yang cerdas, hidup di bawah obsesi cinta pada Heidegger, juga melukiskan kekuatan cinta dan memaafkan Arendt.
Tentu saja, hanya dengan membaca buku ini, saya tidak akan cukup menangkap latar belakang dan juga pemikiran Heidegger serta Arendt. Juga tidak cukup memberi gambaran objektif tentang kehidupan mereka. Tapi bagi saya, ini adalah perkenalan menarik yang mendorng saya untuk mengenal lebih jauh pemikiran mereka.
Judul : Pergilah kemana Hati Membawamu
Pengarang : Susanna Tamaro
Penerbit : Gramedia
Bagus, saya mendapat banyak hal tentang kehidupan melalui buku ini. Terjemahannya bagus, gaya bahasanya mengalir. Meski bersifat narasi, tapi pengungkapan konflik disampaikan dengan cara yang tidak membosankan. Dalam buku ini disinggung tentang Pangeran kecil, sebuah buku yang juga berhasil membuat saya terpesona. Sederhana, tapi terasa begitu dalam. Disampaikan dengan cara tidak berat. Karena itu, saya mau melanggar sedikit, menampilkan Pangeran Kecil yang sebenarnya sudah saya baca tahun lalu. Cuplikannya pun pernah saya tulis di blog ini dengan judul Jangan Jinakkan Aku.
Judul : Pangeran kecil
Pengarang : Antoine de Saint-Exupery
Penerbit : Jendela
Juga memberi banyak pelajaran. Disampaikan dengan ringan dan tidak membosankan. Dibungkus dalam kisah seperti dongeng. Persahabatan si penerbang dan pangeran kecil. Pengalaman saat bertemu dengan si rubah, bunga mawar dan sebagainya. Saya sungguh menyarankan untuk membaca buku ini. Saya rasa bisa mengembalikan hati kita yang mungkin terlanjur mengeras mengejar ambisi atau pun menghitung semuanya secara matematik dan statistik. Salah satu buku favorit saya.
Judul : Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng
pengarang : Jostein Gaarder
penerbit : Mizan
>
Judul : of Mice and Men
Pengarang : John Steinbeck
Penerbit : Ufuk
Bercerita tentang orang-orang kesepian. Kerinduan mereka akan teman, keluarga, dan kata pulang yang sesungguhnya. Bukunya tipis tapi lumayan.
Judul : Norwegian Wood
Pengarang: Haruki Murakami
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Tercabik-cabik. Indah, suram, dan pedih. Kejujuran yang diungkapkan mampu mengembangkan airmata. Buku yang bagus. Dialognya kuat dan sederhana. Mengalir, tidak melelahkan, namun mampu menguras emosi. Juga membuat diri sendiri bertanya-tanya. Karakternya dijabarkan dengan gamblang.
Judul : to Kill a Mocking Bird
Pengarang : Harper Lee
Penerbit : Qanita
Bagus! Jadi memahami mengapa Harper Lee lewat karya ini pada 1961 diganjar pulitzer. Pada masa itu, mengangkat isu perlakuan yang berbeda untuk orang kulit putih dan negro tentu sangat sensitif. Ritme nove, ini sangat terjaga dari awal hingga akhir cerita. Penggambaran karakternya kuat dan konsisten. Pokoknya layak baca!
Judul : Kambing Hitam: Teori Rene Gerard
Pengarang : Sindhunata
Penerbit : Gramedia
Sindhunata mengupas teori Rene Gerard tentang teori kambing hitam. Proses bagaimana gerard bisa sampai pada keseimpulan itu, pemikiran siapa saja yang memengaruhi. Dilengkapi dengan kisah-kisah, antara lain pengalaman pribadi Sindhunata. Cukup menarik, terutama bagian surat dan kisah-kisah pelengkapnya.
Judul : Burned Alive
Pengarang : Souad
Penerbit : Alvabet
Judul : Identity
Pengarang : Milan Kundera
Penerbit : FreshBook
Judul : Wajah Terlarang
Pengarang : Latifa
Penerbit : FreshBook
Judul : Si Turki dan Ibuku (The Turk and my Mom)
Pengarang : Mary Helen Stefaniak
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Judul : The Priest s Madonna
Pengarang : Amy Hassinger
Penerbit : Bentang Pustaka
