Aneh kamu kok bisa tahu? Pasti ada klunya…katamu sih feel…(ada klunya kan?) Bebertapakali aku juga takjub dengan banyak perasaan yang kebetulan kok benar….tp kemarin murni feel atau ada klunya sih?
Karena sesungguhnya aku sudah mewariskan tatapan di hatimu dan kamu sudah menitipkan senyuman di hatiku?
(tertera saat bumi memutus siang…mengingatmu… dengan segala kerumitan di pikiranku…dan kesederhanaan di hatimu…)
PAGI ini, saya meminjam kamar seseorang untuk berdoa. Heran melihat buku lama Khalil Gibran bertajuk Sang Nabi, tergeletak begitu saja. Saya abaikan.
Namun, usai ritual doa, saya tidak tahan mengambil buku yang seharusnya tidak ada di kamar itu, karena pemiliknya tak suka membaca.
Lalu, saya membaca acak dan terbuka pada pertanyaan tentang cinta. Hmmm…akhirnya saya ingin menulis ulang tentang pengertian cinta versi Gibran di blog ini…untuk kamu, untuk aku, untuk kita, dan untuk hidup kita yang terkadang bisa begitu biru…
PABILA cinta memanggilmu, ikutilah dia, walau jalannya terjal berliku.
Dan pabila sayapnya merangkummu, pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu.
Dan jika dia bicara padamu, percayalah, walau ucapannya membuyarkan mimpimu, bagai angin utara mengobrak-abrik pertamanan.
sebab sebagaimana cinta memahkotaimu, demikian pula dia menyalibmu. Demi pertumbuhanmu, begitu pula demi pemangkasanmu.
Seebagaimana dia membubung, mengecup puncak-puncak ketinggianmu, membelai mesra ranting-ranting terlembut yang bergetar dalam cahaya matahari, demikian pula dia menghujam ke dasar akarmu, mengguncang-guncangnya dari ikatanmu dengan tanah.
….
….
Namun jika dalam kecemasan, hanya kedirian cinta dan kesenangannya yang kaucari,
maka lebih baiklah bagimu menutup tubuh lalu menyingkir dari papan penempaan,
memasuki dunia tanpa musim, dimana kau dapat tertawa, namun tidak sepenuhnya,
tempat kau pun dapat menangis, namun tidak sehabis airmata
Cinta tak memberikan apa apa, kecuali keseluruhan dirinya, utuh penuh
pun tidak mengambil apa apa, kecuali dari dirinya sendiri
cinta tidak memiliki atau pun dimiliki
karena cinta telah cukup untuk cinta
….
….
Pun jangan mengira kau dapat menentukan arah cinta
karena cinta, pabila kau telah dipilihnya, akan menentukan perjalanan hidupmu
Cinta tidak berkeinginan selain mewujudkan maknanya
Namun jika kau mencintai disertai berbagai keinginan, ujudkanlah dia demikian
meluluhkan diri, mengalir bagaikan kali, yang menyanyikan lagu persembahan malam,
mengenali kepedihan kemesraan yang terlalu dalam,
merasakan luka akibat pengertianmu sendiri tentang cinta,
dan meneteskan darah dengan sukarela dan sukacita.
Bangun di fajar subuh dengan hati seringan awan
mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan
istirah di terik siang merenungkan puncak puncak getaran cinta
pulang di kala senja dengan syukur penuh di rongga dada
kemudian terlena dengan doa bagi yang tercinta dalam sanubari
dan sebuah nyanyian puji syukur tersungging di bibir senyum
Khalil Gibran
Hari ini saya berjuang memerangi tembakau
ketika hampir menyerah
saya mencoba mengalihkan pikiran dengan mengingatmu
siapa tahu bisa mengalahkan
nikmatnya gulungan asap putih ditemani segelas kopi
tapi lebih nikmat sih kalau ada kamu, ada kopi, dan racun tembakau…haha
1.
Sekali lagi aku jatuh cinta pada ranting keringmu
Pada Keras dan getasmu
Pada padang pasir yang kaubebat dengan kain
–di tempat terbuka
Masa lalu seperti pemijit buta
mencengkeram bahu
Bau tubuhmu yang tak bersalin kembali dibawa angin
Mengganggu dengan kenyataan lain
:malam, kaki gunung, api unggun, gitar dan lagu lagu
oalah, sepatah cinta tanpa sepatu, dulu
Pemijit buta terus bekerja
Meraba-raba yang luka dan tak luka
Lalu semua pori-pori terbuka
Lebih dari yang seharusnya
Datang angin dari depan dan belakang
Datang cinta yang dulu dan sekarang
Aku jatuh cinta sekeras penolakanku atasnya
Pada ranting dan padang pasirmu
Pada keras dan rapuhmu
Pada angin yang menghadirkan bau tubuhmu
Ini hanya perkara lama yang tak pernah selesai
4.
Di dekatmu aku mencium harum bayi
Meruap dari pori-pori
Kuputuskan menjauh
Kauputuskan menjauh
Supaya tak ada yang celaka
tak ada yang terluka
Dan seluruh peristiwa
baik baik saja–sepertinya
Sampai suatu saat kita terpaksa merapat
Tragedi itu tercipta lagi dengan cepat
Aku meraba-raba kelelahan di tubuhmu
Kau mencabuti uban di rambutku
–Bocah bocah tua bermain api masa lalu
Harus berakhir sebelum seluruhnya lahir
5
Apa kabarmu, lama aku tak menyentuhmu
Bercak putih itu
apa masih bertahan di jempol tanganmu
Kita sama menua di ruang yang sama
Cepat lupa dan tak waspada
Tak awas lagi pada logika
Padahal, ada yang belum usai dan bahaya
:Kesepianku mengancammu
Larilah, jangan tidur di pangkuanku
Apa kabarmu, lama aku tak memelukmu
Racun putih itu
apa masih melekat di ujung bibirmu
Banda Aceh-Yogyakarta 2006
Gunawan Maryanto, Kompas 24 September 2006
Tak lagi kupuja malam
sebab kelamnya sungguh tak bertepi
tidakkah kau mengerti
pertemuan dan perpisahan selalu sisakan perih
sisakan gigil
tentang debar yang menggetarkan jiwa
tentang satu tanya
di gelap mana aku ada?
(postingan lama)
akhirnya saya merasa menemukan apa yang selama ini saya cari
saya merasa beruntung, meski mendapatkan untuk kehilangan lagi…
Belajar lagi memercayai orang…belajar lagi memercayai cinta…(saat didera keraguan)
…..
No matter where you are
To reach for your own star
To realize the power of the dream
(Celine Dion)
Untuk hidup yang begitu biru, untuk pagi yang begitu suram, dan untuk cinta yang mungkin memang ada (semoga)…
Malam ini terasa begitu biru
mungkin karena mengingatmu
atau berharap tentang cinta yang mungkin memang benar ada…
dan tiba-tiba saja, saya ingin memposting beberapa puisi Soe Hok Gie tentang hidup, tentang cinta, kekecewaan, kesepian, dan harapan…
Sebuah Tanya
akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku
(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendalawangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)
apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat
(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara, tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)
apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu, kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?
(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti, seperti kabut pagi itu)
manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru
Untitled
ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah
ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza
tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku
bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mendalawangi
ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang
ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra
tapi aku ingin mati di sisimu sayangku
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu
mari, sini sayangku
kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
tegaklah ke langit atau awan mendung
kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa
Saya berkhayal kita punya satu ruang kerja yang sama
dikelilingi banyak buku…buku kita…
mungkin sesekali kamu akan tertawa, karena saya menyukai segala jenis buku, termasuk roman picisan
Saya membayangkan kamu sibuk menyelesaikan tugas, saya membuat tulisan
atau kamu membuat tulisan, saya membaca buku
atau kamu membaca buku, saya menulis
atau saya menulis, kamu minum tuak…
atau mungkin kita hanya duduk diam, mendengarkan suara hati dan berkhayal bersama
atau kita hanya saling pandang dan tersenyum, karena kita sudah sama sama tua…
Ini air mata pertama saya untuk kamu, lelaki yang tau apa yang dia mau, lelaki baik yang sering membuat saya sedih, lelaki yang bisa membuat saya senang, meski hanya dengan kardus dan korek api…Gbu…
Kantor sedang menggairahkan
mudah-mudahan perubahan konsep
yang tengah dirancang bisa kian menyenangkan
dan saya merasa beruntung…
Senja adalah kita teman
kamu dan aku
tak perlu lagi kata-kata
(pulau sepa mengakhiri hari…Oktober 2009)
Kita - kamu dan aku, serta kata-kata yang hanya menggantung di udara…
hu uhuu…banyak buku yang mau dibeli, tapi mahal-mahal
waktu mahal, buku mahal…(cari gratisan aja deh)
hidup ternyata terus berjalan
meski terkadang kemarauku tetap merindukan hujan
banyak peristiwa dan kenangan
mampu mengubah cara pandang kita
mungkin saat sebuah rasa dipaksa mati
atau saat getas hati terus berjalan
sampai pada dasar yang sedasar-dasarnya
Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku
menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
kau tak akan mengerti segala lukaku
kerna luka telah sembunyikan pisaunya.
Membayangkan wajahmu adalah siksa.
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan.
Engkau telah menjadi racun bagi darahku.
Apabila aku dalam kangen dan sepi
itulah berarti
aku tungku tanpa api
WS Rendra
TERAKHIR saya berkomunikasi dengan Hairi tanggal 21 Maret 2009.
Via Telepon Hairi langsung bicara: “Panjang umur, baru juga kita ngomongin, kok sudah lama enggak datang.”
Dan sejak dua minggu lalu keinginan saya untuk berkunjung ke tempat Sugi dan Hairi terus muncul. Tapi seperti biasa, saya selalu menunda.
Pagi ini SMS mengejutkan saya terima:
“Inalilahiwainalilaihiroziun, telah berpulang ke rahmatullah saudara Hairi, Senin pukul 03.45 di RSK Darmais…”
Duuuh… kenapa kemarin saya menunda-nunda terus? Selamat jalan Hairi…
Putriku jelas sebuah keajaiban
saya rasa, Tuhan memang sudah mengatur demikian
Saat hati melemah, seringkali saya mendapat kekuatan hanya dengan memeluk dia
suatu hari saya memeluk dan berguman: “maafkan mama ya nak.”
Dengan mata bening dia menatap dan menjawab, “ya mama.”
Lalu dia melanjutkan: “Sebenarnya mama mau ngomong apa? gak apa-apa mama, aku sudah besar.”
Hiiiiksss…padahal umurnya baru 6 tahun 4 bulan.
Uuuh nak, semoga kamu selalu sehat jasmani dan rohani, jadi orang yang baik, bahagia, berguna buat diri sendiri, orang lain, dan sekelilingmu. Semoga kamu selalu berada di jalan Tuhan, Amin.
AKU lagi suka lagunya Pink yang ini…suka bangeet…
Pertama sih denger di Hardrock Bali, terus ternyata jadi pengiring trek combat terbaru…hmmm, gak ada yang kebetulan’kan…
Na Na Na Na Na Na Na
Na Na Na Na Na Na
Na Na Na Na Na Na Na
Na Na Na Na Na Na
I guess i just lost my husband
I don’t know where he went
So i’m gonna drink my money
I’m not gonna pay his rent (Nope)
I got a brand new attitude
And i’m gonna wear it tonight
I wanna get in trouble
I wanna start a fight
Na Na Na Na Na Na Na
I wanna start a fight
Na Na Na Na Na Na Na
I wanna start a fight
So so what?
I’m still a rock star
I got my rock moves
And i don’t need you
And guess what
I’m having more fun
And now that we’re done
I’m gonna show you tonight
I’m alright, I’m just fine
And you’re a tool
So so what?
I am a rockstar
I got my rock moves
And i don’t want you tonight
Uh, check my flow, uh
The waiter just checked my table
And gave to Jessica Simp- Shit!
I guess i’ll go sit with Tom boy
At least he’ll know how to hit
What if this song’s on the radio
Then somebody’s gonna die
I’m gonna get in trouble
My ex will start a fight
Na Na Na Na Na Na Na
He’s gonna start a fight
Na Na Na Na Na Na Na
We’re all gonna get in a fight!
So so what?
I’m still a rock star
I got my rock moves
And i don’t need you
And guess what
I’m having more fun
And now that we’re done
I’m gonna show you tonight
I’m alright, I’m just fine
And you’re a tool
So so what?
I am a rock star
I got my rock moves
And i don’t want you tonight
You weren’t fair
You never were
You weren’t all
But thats not fair
I gave you life
I gave my all
You weren’t there
You let me fall
So so what?
I’m still a rock star
I got my rock moves
And i don’t need you
And guess what
I’m having more fun
And now that we’re done (we’re done)
I’m gonna show you tonight
I’m alright(I’m alright),I’m just fine (I’m just fine)
And you’re a tool
So so what?
I am a rock star
I got my rock moves
And i don’t want you tonight
No No, No No
I Don’t want you tonight
You weren’t fair
I’m gonna show you tonight
I’m alright, I’m just fine
And you’re a tool
So so what?
I am a rock star
I got my rock moves
And i don’t want you tonight
Ba da da da da da
Semana Santa 1
LARANTUKA adalah kota sejuta lilin, kota doa yang tak pernah henti
didaraskan.
Malam Jumat Agung (10/4), ratapan yang menggambarkan kepedihan Maria
karena harus menyaksikan penderitaan Yesus anaknya sebelum dan saat
disalib berkumandang dalam hening.
Keheningan hanya ditemani gumaman doa dan jutaan pendar lilin dari ribuan
masyarakat setempat dan peziarah. Lilin juga berpendar di jalan sepanjang
2 km yang dilalui prosesi. Pun di depan rumah-rumah penduduk.
“Pandang dan lihatlah, apakah ada kedukaan seperti kedukaanku?” begitu
kira-kira sebagian bunyi dari ratapan Ovos Omnes yang mewakili kedukaan
Maria, Bunda Yesus.
Maka, malam itu suara jernih perempuan pembawa ratapan, memantul di
bukit-bukit yang ada di seberang pantai. Terasa magis, saat gema suara
seakan berpindah tempat dari kiri, tengah dan kanan pebukitan.
Ribuan orang berarak hingga mencapai panjang 1,5 km. Menyemut di antara
arakan peti Tuan Anna (Yesus) dan patung Tuan Ma (Bunda Maria). Hampir
seluruh peserta doa menggunakan baju hitam sebagai tanda berkabung atas
kematian Yesus.
Prosesi Jumat Agung atau Sesta Vera merupakan puncak dari rangkaian
perayaan Semana Santa (pekan suci) Paskah. Pagi sebelum puncak acara,
arak-arakan Tuan Menino (bayi Yesus) dilakukan lewat laut. Menggunakan
perahu dayung kecil, diikuti perahu-perahu lain. Jauh di samping dan
belakangnya, masyarakat mengantar menggunakan perahu motor. Pol Air dan
Tim SAR pun bersiaga karena derasnya arus laut yang disebut penduduk
setempat sebagai arus balik.
Di jalanan, masyarakat berjubel mengikuti perahu dari pinggiran pantai
hingga tempat perhentian di antara Kapela (kapel) Tuan Ma dan Tuan Anna.
Siang itu juga dilanjutkan dengan arakan Tuan Ma dan Tuan Anna menuju
Katedral. Dari titik inilah prosesi Sesta Vera dengan jutaan lilin
dimulai. Berangkat pukul 19.00 WIT, selesai pukul 01.00 WIT.
Rabu sebelumnya, masyarakat mengikuti prosesi Rabu Trewa. Tepat pukul
19.00, usai pelantunan doa dalam bahasa Portugis Kuno, para pemuda dan
anak-anak menabuhkan bebunyian yang berasal dari seretan dan pukulan seng.
Menjadi pertanda kegelisahaan menjelang kematian Yesus.
Kamis pagi, Kapela Tuan Ma dan Tuan Anna dibuka untuk umum. Masyarakat dan
peziarah rela antre berjam-jam untuk berdoa, berjalan dengan lutut,
mendekati dan mencium Tuan Ma dan Tuan Anna. Pada saat itu puji syukur tak
henti didaraskan, hingga keesokan harinya.
Semana Santa merupakan tradisi tua warisan Portugal yang sudah berusia
lebih dari 400 tahun. Di negara asalnya, tradisi ini sudah punah.
Ketekunan dan kekuatan doa yang dilantunkan di Larantuka menunjukkan
betapa besarnya pengharapan yang dimiliki masyarakat dan
para peziarah. Terkadang, kata-kata tak lagi cukup untuk melukiskan jiwa
dari kekuatan sebuah pengharapan.
Minggu, saya ‘berkenalan’ (saya lebih dulu kenal keluarga mereka) dengan suami istri yang sangat dekat dengan dunia politik dan TNI. Barangkali untuk beberapa sejarah yang masih juga tak jelas di negeri ini, mereka memegang kunci rahasia.
Dari percakapan dan canda, saya mendapat banyak informasi langsung dari ring 1. Tentang ambisi, percintaan, affair, dan dunia magis. Menyegarkan karena dalam hubungan manusia dengan manusia mereka benar-benar menyenangkan. Sangat sangat manusiawi.
Tapi soal politik? Sekali lagi saya angkat tangan. Entah saya yang penuh curiga, atau mungkin perasaan saya saja yang terlalu berprasangka. Saya tetap merasa tidak nyaman. Saya tak mau masuk dalam lingkaran itu, karena saya benar-benar tidak merasakan passion yang pas Bagi saya, dunia itu rawan pemanfaatan dan memanfaatkan.
Jadi saya putuskan menarik diri di batas luar. Mendengarkan saja kalau sudah bicara soal politik. Tapi kalau hal lain hahaha…menyenangkan. Saya seperti membaca buku-buku berkarakter Sydney Sheldon…hmmm…
Mencapai segala sesuatu memang tidak perlu ngoyo alias memaksakan segala hal. Pengorbanan memang perlu tapi kan harus menggunakan akal sehat. Terlalu banyak yang dikorbankan tapi hasil tidak sesuai, akhirnya yang muncul rasa sakit dan tidak terima. Itu yang terjadi pada beberapa temanku, baik dalam hal percintaan mau pun karir.
Sebagai penonton, saya belajar banyak…
INI film yang bisa membuat saya nonton berkali-kali tanpa bosan. Senang dengan acting Val Kilmer. Benar-benar senang.
Suka dengan persahabatan Doc Holiday (Val Kilmer) dan Wyatt Earp (Kurt Russel– yang jadi tokoh utama). Saya suka percakapan saat Doc terbaring sakit dan Wyatt mendapat tantangan duel dari musuhnya. Juga percakapan Doc dan Wyatt, saat Doc dirawat di sanatorium sampai akhir hayatnya.
Ala hollywoodnya, saya suka saat Doc tiba-tiba muncul menggantikan posisi duel Wyatt dan Johnny Ringo.
Coba deh tonton film ini. Film lama, kalau tidak salah dibuat tahun 1993 tapi sampai sekarang tetap bisa membuat saya terpesona.

