HarikuNovember 29, 2009 4:55 am

PAGI ini, saya meminjam kamar seseorang untuk berdoa. Heran melihat buku lama Khalil Gibran bertajuk Sang Nabi, tergeletak begitu saja. Saya abaikan.
Namun, usai ritual doa, saya tidak tahan mengambil buku yang seharusnya tidak ada di kamar itu, karena pemiliknya tak suka membaca.
Lalu, saya membaca acak dan terbuka pada pertanyaan tentang cinta. Hmmm…akhirnya saya ingin menulis ulang tentang pengertian cinta versi Gibran di blog ini…untuk kamu, untuk aku, untuk kita, dan untuk hidup kita yang terkadang bisa begitu biru…

PABILA cinta memanggilmu, ikutilah dia, walau jalannya terjal berliku.
Dan pabila sayapnya merangkummu, pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu.
Dan jika dia bicara padamu, percayalah, walau ucapannya membuyarkan mimpimu, bagai angin utara mengobrak-abrik pertamanan.
sebab sebagaimana cinta memahkotaimu, demikian pula dia menyalibmu. Demi pertumbuhanmu, begitu pula demi pemangkasanmu.
Seebagaimana dia membubung, mengecup puncak-puncak ketinggianmu, membelai mesra ranting-ranting terlembut yang bergetar dalam cahaya matahari, demikian pula dia menghujam ke dasar akarmu, mengguncang-guncangnya dari ikatanmu dengan tanah.
….
….
Namun jika dalam kecemasan, hanya kedirian cinta dan kesenangannya yang kaucari,
maka lebih baiklah bagimu menutup tubuh lalu menyingkir dari papan penempaan,
memasuki dunia tanpa musim, dimana kau dapat tertawa, namun tidak sepenuhnya,
tempat kau pun dapat menangis, namun tidak sehabis airmata

Cinta tak memberikan apa apa, kecuali keseluruhan dirinya, utuh penuh
pun tidak mengambil apa apa, kecuali dari dirinya sendiri
cinta tidak memiliki atau pun dimiliki
karena cinta telah cukup untuk cinta
….
….
Pun jangan mengira kau dapat menentukan arah cinta
karena cinta, pabila kau telah dipilihnya, akan menentukan perjalanan hidupmu

Cinta tidak berkeinginan selain mewujudkan maknanya
Namun jika kau mencintai disertai berbagai keinginan, ujudkanlah dia demikian
meluluhkan diri, mengalir bagaikan kali, yang menyanyikan lagu persembahan malam,
mengenali kepedihan kemesraan yang terlalu dalam,
merasakan luka akibat pengertianmu sendiri tentang cinta,
dan meneteskan darah dengan sukarela dan sukacita.
Bangun di fajar subuh dengan hati seringan awan
mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan
istirah di terik siang merenungkan puncak puncak getaran cinta
pulang di kala senja dengan syukur penuh di rongga dada
kemudian terlena dengan doa bagi yang tercinta dalam sanubari
dan sebuah nyanyian puji syukur tersungging di bibir senyum

Khalil Gibran

HarikuNovember 27, 2009 8:42 am

Hari ini saya berjuang memerangi tembakau
ketika hampir menyerah
saya mencoba mengalihkan pikiran dengan mengingatmu
siapa tahu bisa mengalahkan
nikmatnya gulungan asap putih ditemani segelas kopi
tapi lebih nikmat sih kalau ada kamu, ada kopi, dan racun tembakau…haha

HarikuNovember 26, 2009 11:27 am

1.
Sekali lagi aku jatuh cinta pada ranting keringmu
Pada Keras dan getasmu
Pada padang pasir yang kaubebat dengan kain
–di tempat terbuka

Masa lalu seperti pemijit buta
mencengkeram bahu

Bau tubuhmu yang tak bersalin kembali dibawa angin
Mengganggu dengan kenyataan lain
:malam, kaki gunung, api unggun, gitar dan lagu lagu
oalah, sepatah cinta tanpa sepatu, dulu

Pemijit buta terus bekerja
Meraba-raba yang luka dan tak luka
Lalu semua pori-pori terbuka
Lebih dari yang seharusnya

Datang angin dari depan dan belakang
Datang cinta yang dulu dan sekarang

Aku jatuh cinta sekeras penolakanku atasnya
Pada ranting dan padang pasirmu
Pada keras dan rapuhmu
Pada angin yang menghadirkan bau tubuhmu

Ini hanya perkara lama yang tak pernah selesai

4.
Di dekatmu aku mencium harum bayi
Meruap dari pori-pori
Kuputuskan menjauh
Kauputuskan menjauh
Supaya tak ada yang celaka
tak ada yang terluka

Dan seluruh peristiwa
baik baik saja–sepertinya

Sampai suatu saat kita terpaksa merapat
Tragedi itu tercipta lagi dengan cepat
Aku meraba-raba kelelahan di tubuhmu
Kau mencabuti uban di rambutku
–Bocah bocah tua bermain api masa lalu

Harus berakhir sebelum seluruhnya lahir

5
Apa kabarmu, lama aku tak menyentuhmu
Bercak putih itu
apa masih bertahan di jempol tanganmu

Kita sama menua di ruang yang sama
Cepat lupa dan tak waspada
Tak awas lagi pada logika
Padahal, ada yang belum usai dan bahaya

:Kesepianku mengancammu
Larilah, jangan tidur di pangkuanku

Apa kabarmu, lama aku tak memelukmu
Racun putih itu
apa masih melekat di ujung bibirmu

Banda Aceh-Yogyakarta 2006
Gunawan Maryanto, Kompas 24 September 2006

HarikuNovember 25, 2009 4:46 pm

Tak lagi kupuja malam
sebab kelamnya sungguh tak bertepi
tidakkah kau mengerti
pertemuan dan perpisahan selalu sisakan perih
sisakan gigil
tentang debar yang menggetarkan jiwa
tentang satu tanya
di gelap mana aku ada?

(postingan lama)

HarikuNovember 23, 2009 2:51 pm

akhirnya saya merasa menemukan apa yang selama ini saya cari
saya merasa beruntung, meski mendapatkan untuk kehilangan lagi…

HarikuNovember 22, 2009 9:15 am

Belajar lagi memercayai orang…belajar lagi memercayai cinta…(saat didera keraguan)

HarikuNovember 21, 2009 5:00 pm

…..
No matter where you are
To reach for your own star
To realize the power of the dream
(Celine Dion)

HarikuNovember 20, 2009 3:23 am

Untuk hidup yang begitu biru, untuk pagi yang begitu suram, dan untuk cinta yang mungkin memang ada (semoga)…

HarikuNovember 16, 2009 1:38 pm

Malam ini terasa begitu biru
mungkin karena mengingatmu
atau berharap tentang cinta yang mungkin memang benar ada…

dan tiba-tiba saja, saya ingin memposting beberapa puisi Soe Hok Gie tentang hidup, tentang cinta, kekecewaan, kesepian, dan harapan…

Sebuah Tanya
akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku

(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendalawangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara, tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu, kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?

(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti, seperti kabut pagi itu)

manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru

Untitled
ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah
ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza
tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku

bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mendalawangi
ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang
ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra

tapi aku ingin mati di sisimu sayangku
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu

mari, sini sayangku
kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
tegaklah ke langit atau awan mendung
kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa

HarikuNovember 11, 2009 10:24 am

Saya berkhayal kita punya satu ruang kerja yang sama
dikelilingi banyak buku…buku kita…
mungkin sesekali kamu akan tertawa, karena saya menyukai segala jenis buku, termasuk roman picisan
Saya membayangkan kamu sibuk menyelesaikan tugas, saya membuat tulisan
atau kamu membuat tulisan, saya membaca buku
atau kamu membaca buku, saya menulis
atau saya menulis, kamu minum tuak…
atau mungkin kita hanya duduk diam, mendengarkan suara hati dan berkhayal bersama
atau kita hanya saling pandang dan tersenyum, karena kita sudah sama sama tua…

HarikuNovember 6, 2009 2:55 pm

Saya cemas kamu akan terluka…cemas warna tawamu akan berubah…

HarikuNovember 1, 2009 3:13 am

Ini air mata pertama saya untuk kamu, lelaki yang tau apa yang dia mau, lelaki baik yang sering membuat saya sedih, lelaki yang bisa membuat saya senang, meski hanya dengan kardus dan korek api…Gbu…