Pergulatan Cinta dan Rasa Takut
SAYA tidak tahu, apakah ini kebetulan atau bukan. Tapi satu bulan ini banyak peristiwa yang berkutat pada kata bahagia dalam hidup pribadi saya. Mulai dari pertanyaan hingga berbagai keluhan teman, pun yang disampaikan tetangga menjelang subuh (?) beberapa waktu lalu.
Kemudian, saat saya memindahkan buku dari lantai satu ke atas, dan saat memindahkan lagi dari lantai ke lemari dalam rentang berbeda (hitungan hari dan minggu), satu buku terus menyita perhatian saya. Setelah selesai disusun, selalu ada ditumpukan atas. Tapi saat itu saya sedang dihinggapi keengganan membaca. Sampai sekitar lima hari lalu, lagi, buku itu ada di tempat tidur, (mungkin untuk sarana bermain putri kecilku), dan kembali menarik perhatian.
Kali ini saya sulit mengabaikan. Maka, mulailah saya membaca buku tersebut. Judulnya Pergulatan Cinta dan Rasa Takut, tulisan Dan Baker dan Cameron Stauth. Cinta? ya…ini bukan sekadar cinta antara dua manusia berbeda jenis. Tapi lebih luas lagi mencakup berbagai hubungan.
Dua hari membaca buku itu, saya merasa tertohok, berkali-kali rasanya perasaan dan hidup saya ditelanjangi. Sebagian pengetahuan yang dipaparkan mungkin sudah banyak diketahui orang. Namun, buku ini memberi makna yang jauh lebih mendasar.
Saya, yang dua minggu ini dihinggapi banyak perasaan, seolah ditampar, diajak mengubah persepsi, dan banyak hal lagi yang memaksa saya menelanjangi apa yang selama ini membuat saya takut dan selalu melarikan diri. Sulit mengungkapkan, tapi saya menulis ini, dengan harapan dapat membagi apa yang saya dapatkan. Di blog ini, saya hanya menulis sepenggal-sepenggal, tentu baru akan mengena jika Anda membaca seluruhnya.
Kulitas Kebahagiaan:
1. Cinta
Cinta dalam arti luas merupakan penawasr rasa takut dan langkah pertama menuju kebahagiaan.
2. Optimisme
Optimisme adalah menyadarisemakin menyakitkan peristiwa yang kita alami, semakinmendalam pelajaran yang dapat kita petik.
3. Keberanian
Inilah senjata paling ampuh untuk mengalahkan rasa takut. Keberanian adalah kualitas kita untuk terus berjuang.
4. Perasaan Bebas
Kebebasan adalah pilihan, dan pilihanlah nyang membuat diri kita manusiawi
5. Proaktif
Orang yang bahagia berpartisipasi untuk mengubah nasib mereka sendiri. Mereka tidak menanti peristiwa atau orang lain untuk membuatr mereka bahagia.
6. Rasa aman
Orang bahagia menyadari tidak ada yang abadi. Mereka menyukai keadaan diri sendiri apa adanya.
7. Kesehatan
Kebahagiaan dan kesehatan adalah dua hal yang saling bergantung.
8. Spiritualitas
Orang yang bahagia tidak takut menjalani hal-hal baru dalam kehidupan mereka.
9. Altruisme
Orang yang tidak bahagia biasanya terobsesi dengan diri sendiri, sehingga tidak sempat memperhatikan kebutuhan orang lain. Altruistis menjalin kebersamaan Anda dengan orang lain dan memberikan Anda tujuan hidup.
10. Perspektif
Orang yang tidak bahagia cenderung melihat segala sesuatu hitam putih. Orang yang bahagia bisa melihat sisi abu-abu. Mereka tahu bagaimana memprioritaskan berbagai masalah dan mengubah menjadi sejumlah kemungkinan.
11. Humor
Merupakan pergeseran persepsi yang memberkali seseorang dengan keberanian.
11. Tujuan Hidup
Orang bagahia tahu apa tujuan hidupnya.
“Kebahagiaan bukan berarti semuanya baik-baik saja. Kebahagiaan adalah kerja keras. Keberanian merupakan salah satu prasyarat kebahagiaan. Kata orang, keberanian bukan berarti menghapus rasa takut, tetapi kemampuan untuk bertindak walau pun merasa takut. Orang yang bahagia tidak melawan ketidaksempurnaan, mereka mengalahkan rasa takut. Kita mengubah nasib kita setiap hari, dengan apa yang kita lakukan.”
Lima Perangkap Kebahagiaan:
1. Berusaha membeli kebahagiaan
2. Berusaha menemukan kebahagiaan dalam kesenangan
3. Berusaha merasa bahagia dengan melupakan masa lalu
4. Berusaha merasa bahagia dengan memperbaiki segala kekurangan
5. Berusaha memaksakan kebahagiaan
Empat keyakinan umum yang bisa sangat mematikan. Karena itu, jika Anda mengalami perasaan ini, segera alihkan atau ubah persepsi Anda ke arah lebih positif:
1. Aku adalah korban
2. Aku berhak untuk menuntut lebih banyak
3. Aku akan diselamatkan
4. Orang lain yang harus disalahkan

