Orang Bajo, Suku Pengembara Laut, Pengalaman Seorang Antropolog
Penulis Francois-Robert Zacot
Penyunting: Atika Suri Fanani
Penerjemah: Fida Muljono-Larue & Ida Budi Pranoto
Penerbit : Mizan
Silakan buka sabuku.com
Buku ini memadukan kisah petualangan dan studi ilmiah seorang antropolog Prancis di desa orang Bajo yang terpencil di Sulawesi Utara. Akibat keterpencilan mereka sepanjang sejarah, orang Bajo membawa jejak-jejak perpindahan penduduk yang menghuni Asia Tenggara sekitar dua ribu tahun yang lalu. Membaca buku ini kita bisa mengatahui bagaimana orang Bajo melahirkan, mendidik anak, bahkan membuang hajat. Diuraikan pula soal kepercayaan mereka terhadap setan-setan.
———————————
Itu sedikit gambaran yang biasa ada di belakang buku. Tapi bukan itu yang ingin saya bahas. Saat pertamakali melihat buku itu, hati saya langsung berteriak: “LAGI?”
Begitulah, selalu orang asing yang tahu banyak dan kemudian sigap mendokumentasikan, entah dalam bentuk buku atau pun film. Padahal, Francois hanya menceritakan apa yang dia lihat. Menceritakan perasaannya, keheranannya serta tambahan pengetahuan dan wawasan saat tinggal bersama Suku Bajo.
Kenapa ya kita selalu ketinggalan. Apakah kurang sigap, atau kurang peka untuk mendokumentasikan kekayaan negeri sendiri?
Uuuuuh…..saya sendiri kemana? Dua orang mengajak membuat buku bersama. Satu tokoh LSM perempuan dan satu lagi dosen dan juga pejabat yang ahli tentang pulau-pulau kecil dan terluar. Tapi kok saya belum juga menangkap roh dari tawaran itu. Ya jadi gini deh, sibuk sak-karepe dewe. uuuuh!

