MESKI umurku sudah mengalir sampai berpuluh-puluh tahun, tapi kok rasanya masih jauh dari dewasa, waduuuh!

Cerita lainnya: Putri kecilku yang sekarang duduk di TKB ikut marching band. Tadinya dia bawa drum, tapi kemudian dipilih menjadi mayoret.
Senang? Saya belum tahu. Awalnya sih harus dirayu para guru. Cukup lama dia menolak, karena menurut dia, kalau jadi mayoret — sering dia salah sebut menjadi kabaret — tidak bermain musik.

“Aku gak mau mama, nanti aku gak mukul drum,” begitu katanya.

“Ya sudah, coba saja dulu, nanti kalau tidak asyik, bilang sama bu guru; aku gak mau, mau balik main drum,” saran saya.

Entah bagaimana anakku tiba-tiba mau menjadi mayoret. Bangganya, saat melihat dia memberi aba-aba dan memutar tongkat dalam pertunjukkan di sebuah kantor pemasaran perumahan.

Anakku sudah besar, dan saya jadi senyum-senyum sendiri.

Gurunya bilang, banyak yang meminta marching band TK tempat putri kecilku sekolah untuk pentas. Tapi belum bisa dipenuhi karena takut anak-anak kecapaian. Hanya saja, Desember nanti, mereka dijadwal akan tampil di mal.
Anakku sih cuek saja. Dia juga masa bodoh saat bercerita sambil lalu bahwa dia disuruh ikut lomba menyanyi di Porseni TK bulan depan.

Mamanya yang norak berat. Rasanya bangga dan takjub melihat si putri kecil sudah kian besar dan punya kegiatan sendiri. Tapi kadang pusing juga kalau nakalnya dia lagi kumat hi hi