INI sebuah tulisan yang akan dipublish di sebuah surat kabar. Seperti halnya kisah Taman Sari yang sudah saya tulis sebelumnya.
Kali ini tentang Harper Lee dan To Kill a Mockingbird. Sebuah novel yang saya kagumi. Juga tentang In Cold Blood karya Truman Capote yang fenomenal, namun saya harus membacanya dalam waktu cukup lama. Kedua pengarangnya saling berkaitan dalam kehidupan sesungguhnya.
Keabadian dalam Satu Karya
Novel yang paling banyak dibaca sepanjang masa.
Judul :To Kill a Mockingbird
Penulis : Harper Lee
Penerbit: Qanita
Harga : Rp58.500
“Keberanian adalah saat kau tahu akan kalah sebelum memulai, tetapi kau tetap memulai dan merampungkannya, apa pun yang terjadi.”
(Harper Lee - to Kill a Mocking Bird)
NELLE Harper Lee jelas pemuja kesetaraan. Lewat novel perdana dan satu-satunya, sikap itu tercermin jelas. To Kill a mockingbird bercerita tentang perjuangan seorang pengacara kulit putih bernama Atticus di Maycomb County, Alabama, pada tahun 1930-an. Dia berjuang membela Tom Robinson, lelaki kulit hitam yang dituduh memperkosa wanita kulit putih.
Novel ini dinarasikan dari pandangan Scout, putri Atticus, anak berusia delapan tahun. Kutipan kata-kata di atas merupakan salah satu nasihat yang diingat Scout ketika keluarganya mendapat tekanan dan teror karena dianggap pecinta ‘niger’.
Ditulis selama 2,5 tahun dan diluncurkan 1961. Langsung mengundang reaksi masyarakat. Maklum pada tahun itu, kekerasan rasial yang dilakukan Ku Klux Klan mencapai masa puncak. Keberanian Lee mengungkap dan menyatakan sikap menciptakan banyak tekanan bagi dirinya.
Terlepas dari itu, begitu terbit To Kill a mockingbird langsung menjadi best seller. Terjual 2,5 juta kopi dan 14 kali cetak ulang di tahun pertama.
Menjadi buku pilihan tiga klub buku Amerika, yaitu Reader’s Digest Condensed Books, the Literary Guild, dan Book-of-the-Month Club. Juga jadi pilihan British Book Society. Tak terbendung, terjemahannya meluncur hampir keseluruh dunia.
To Kill a Mockingbird mendapat ganjaran Pulitzer Prize pada tahun itu juga. Tercatat pada 1999, lembaga Library Journal di Amerika memilih sebagai Novel terbaik Abad ini.
Pada 1988, statistik dari National Council of Teachers of English menyebut Mockingbird dibaca hampir 74 persen pelajar di Amerika Serikat. Sampai sekarang, novel ini masih dibaca masyarakat seluruh dunia, pun pelajar dan mahasiswa yang mempelajari kondisi Amerika saat itu.
To Kill a Mockingbird difilmkan pada 1962 dengan pemain utama Gregory Peck. Film ini memenangi lima Piala Oscar, antara lain untuk kategori pemeran utama terbaik, pemeran pembantu terbaik dan penulis naskah terbaik.
Lee dan Capote
Berkali-kali dalam wawancara, Lee mengatakan To Kill a Mockingbird bukanlah otobiografi. Tapi dia mengakui, kisahnya terinspirasi dari kehidupan nyata.
Antara lain tetangganya sendiri yang terekam dalam sebuah kenangan, saat dia berusia 10 tahun. Ini berkaitan dengan hukuman yang diberikan pada pekerja kulit hitam berdasarkan laporan tetangga perempuannya itu.
Bila diamati, karakter Atticus pun mirip sosok sang ayah, Amasa Coleman Lee yang juga seorang pengacara, editor, dan politikus. Seperti Atticus, Coleman Lee pernah membela dua pria kulit hitam yang akan menjalani hukuman mati.
Agaknya, dari sang ayah-lah Lee mendapatkan akar karakter pemuja kesetaraan. Itu pula yang membuat dia tak gentar, terus bersahabat dengan Truman Capote yang terang-terangan memproklamirkan diri sebagai homoseksual. Sebuah sikap yang jelas mendapat banyak cercaan dan tentangan dari masyarakat Amerika masa itu.
Karakter Dill, salah satu anak yang menjadi sahabat Scout dan kakaknya Jem — tokoh dalam novel — digambarkan mirip Truman Capote, sahabat dekat Lee sejak masa kanak-kanak.
Capote juga penulis dan kemudian dikenal sebagai salah satu peletak genre baru penulisan novel non fiksi In Cold Blood. Novel yang terbit pada 1960-an ini kemudian memunculkan aliran baru yang di Indonesia dikenal dengan sebutan jurnalisme sastrawi.
Dalam In Cold Blood, Lee terlibat aktif dalam riset yang menghabiskan waktu selama enam tahun. Lepas dari itu, dia tak pernah lagi memunculkan novel, kecuali esai-esai kecil.
Keluarga terdekatnya mengatakan, dia kapok setelah draft buku keduanya yang belum selesai hilang dicuri orang. Namun, Lee tak pernah mengatakan apa pun kecuali, “Jika Anda merasa di puncak, itulah saat yang tepat untuk mundur.”
Biografi
Nama : Nelle Harper Lee
Tempat/tgl lahir: Monroeville, Alabama, 28 April 1926
Orang tua : Amasa Coleman Lee dan Frances Cunningham Finch Lee
Penghargaan :
- Presidential Medal of Freedom, 5 November 2007, diberikan Presiden George W Bush di gedung putih.
- Honorary doctorate dari Universitas Notre Dame, 2006.
- Pada 2004 dipilih oleh 25 komunitas berbeda sebagai buku yang wajib dibaca.
- Penghargaan National Conference of Christians and Jews, 1960
- Pulitzer Prize, 1960
————————————————
Genre Baru Capote
Salah satu karyanya menjadi peletak dasar jurnalisme sastrawi.
Judul : In Cold Blood
Penulis : Truman Capote
Penerbit: Bentang Pustaka
Harga : Rp55.000
DALAM pembahasan jurnalisme sastrawi, novel non fiksi In Clood Blood selalu menjadi contoh. Truman Capote sang penulis menjadi salah satu peletak dasar gaya penulisan baru. Di Indonesia mulai dikenalkan pada tahun 2000 dengan sebutan jurnalisme sastrawi.
In Cold Blood terbit pada 1965. Bercerita tentang kisah nyata pembunuhan keluarga Herbert Clutter di kota kecil Holcomb, Kansas. Capote tertarik untuk melakukan penulisan kasus tersebut. Bersama sahabat masa kecilnya, Harper Lee, dia melakukan riset selama enam tahun.
Dalam kelas jurnalistik, Madeleine Blais, dosen di Universitas Massachusetts, selalu membawa novel ini untuk menunjukkan bahwa suatu peristiwa yang semula biasa saja bisa diubah menjadi sangat menarik. Dia juga menunjukkan bagaimana sebuah fakta bisa ditulis dengan gaya fiksi. “Ini sangat indah. Sebuah keajaiban,” katanya.
Jack Hart, managing editor dari The Oregonian, surat kabar harian Portland’s juga memuji novel tersebut. Dia menyebut Capote sebagai salah satu penulis yang berkontribusi pada kelahiran jurnalitik gaya baru.
Tom Wolfe, wartawan senior memperkenalkan gaya ini. Sekitar 1970-an, Wolfe dan rekannya EW Johnson menerbitkan antologi The New Journalism. Mereka memasukkan beberapa nama selain Capote. Antara lain Hunter S Thompson, Joan Didion, Jimmy Breslin.
Dituliskan bahwa jurnlisme gaya baru ini berbeda dari reportase sehari-hari karena dalam bertutur menggunakan adegan demi adegan, reportase yang lebih menyeluruh dan mendalam, serta memakai sudut pandang orang ketiga. Setiap adegan digambarkan dengan detail.
Capote
Sebelum In Cold blood lahir, Capote sudah menjadi selebritas. Tidak hanya di dunia kepenulisan, tetapi juga musik. Dia digambarkan sebagai sosok jenius
Seperti teman masa kecilnya Harper Lee, Capote pemuja kesetaraan. Dia juga memuja kebebasan individu. Pada 1950-an, ia terang-terangan mengakui bahwa dirinya gay.
Terlepas dari itu, Capote melahirkan cukup banyak karya. Di antaranya novel Breakfast at Tiffany yang sudah difilmkan dengan pemeran utama Audrey Hepburn. Capote juga tercatat sebagai penulis di majalah The New Yorker.
Kehidupannya bisa disimak lewat film tentang perjalanan hidup Capote yang dimainkan Philip Seymour Hoffman. Pada 2006 Hoffman mendapatkan penghargaan Academy Award sebagai Aktor Terbaik lewat film ini.
Dibuat berdasarkan biografi Capote yang ditulis Gerard Clarke. Clarke menggambarkan sosok Capote yang gemar pesta, menikmati popularitas, dan memang seorang jenius.
Bisa dikatakan, In Cold Blood adalah puncak karyanya. Namun, di sini pula Capote terjebak dalam belitan popularitas dan nurani. Dia jatuh simpati pada Perry, salah satu kriminal yang membantai keluarga Clutter.
Dia berniat membantu melepas Perry dari hukuman mati. Namun, keinginan melihat kesuksesan buku yang sudah menyedot enam tahun hidupnya menjadi hambatan.
Clarke dan beberapa teman dekat menjadi saksi kejatuhan mental Capote. Sejak Perry dihukum gantung, dia tidak pernah melahirkan lagi karya. Capote tenggelam dalam kehidupan hura-hura, dan akhirnya meninggal dalam usia 59 tahun. Salah satu penyebabnya kecanduan alkohol.
—————-
BOX
Biografi
Nama : Thurman Capote
Tanggal lahir : 30 September 1942
Karya-Karya Capote:
- Novel
Summer Crossing, Other Voices, Other Rooms, The Grass Harp, Breakfast at Tiffany’s, Answered Prayers: The Unfinished Novel, The Beautiful and the Damned
- Cerita pendek
The Thanksgiving Visitor, Mojave, La Cote Basque, 1965 ยท Unspoiled Monsters, Kate McCloud, One Christmas, Miriam, A Christmas Memory
- Koleksi cerita pendek
Music for Chameleons, A Tree of Night and Other Stories, The Complete Stories of Truman Capote, A Capote Reader
- Esai
Music for Chameleons, The Dogs Bark
- Screenplays
Beat the Devil, The Innocents, The Great Gatsby
- Musikal
House of Flowers
- Non fiksi
The Muses Are Heard, In Cold Blood, Too Brief a Treat: The Letters of Truman Capote

