IBU saya meninggal pertengahan Agustus lalu. Menjelang Lebaran, ayah saya masuk icu karena serangan jantung dan penyempitan pembuluh jantung. Apakah menjadi tahun yang berat? Bisa iya bisa juga tidak. Tapi yang jelas, semua mengalir begitu saja. Lengkap dengan bumbu kehidupan lainnya. Keluarga, suasana kantor, pertemanan, dan romantisme basi yang masih juga ada di hati.

Malam ini saya jadi banyak menulis dan mengingat. Termasuk mimpi adik bungsu saya yang berhasil menciutkan hati dan hampir saja meruntuhkan pertahanan airmata saya.

Dalam mimpinya, dia didatangi seseorang yang katanya dikelilingi cahaya terang benderang. Orang itu berkata pada adik saya:
“Waktumu sudah dekat.”

adik saya bertanya:
“Maksudnya apa?”

Orang dengan cahaya terang itu menjawab:
“Iya waktumu sudah dekat.”

Dalam mimpi, adik saya masih terus ingin terus mendesak, tapi kemudian dia terbangun.

Saya kemudian mengatakan pada dia:
“Mimpinya kok seram?”

Dia menjawab:
“Enggak ah, biasa saja. Siapa tahu yang dimaksud orang itu, waktu saya untuk menjadi kaya sudah dekat.”

Amin, amin, amin!