Kupalu waktu
kutanamkan serpihnya
di jantungmu, jantungku
detaknya berhenti
persis di sudut panas napasmu
(mendung pagi, 2007)
Kupalu waktu
kutanamkan serpihnya
di jantungmu, jantungku
detaknya berhenti
persis di sudut panas napasmu
(mendung pagi, 2007)
Benar-benar mohon maaf…
Tak banyak yang bisa saya katakan, kecuali maaf, maaf, dan maaf
maaf harus menanggung prasangka
maaf harus menanggung sesuatu yang tidak dilakukan
Adikku bilang, ada hadits nabi yang bunyinya kira-kira begini:
Bagi kaum lelaki, jagalah matamu, perutmu, dan bagian bawah perutmu.
Bagi kaum perempuan, jagalah telingamu.
Hmmm…
Selalu mencarimu di antara ribuan kerlip kunang di kaki bukit
mengumpati cuaca yang tak juga berubah
mencaci malam yang kian memekatkan kebodohan
dan aku, masih juga mengenangmu, dalam sabit hitam mataku