Jumat menjadi malam yang paling melelahkan buat saya. Dari pagi telepon berdering, mengharuskan saya melakukan banyak koordinasi. Menerima telepon, menelepon, mengatur pemotretan, dan mengurus pekerjaan rutin.
Kemarin menjadi malam yang paling menguras emosi. Mendengar seorang teman mengucapkan tiga alasan yang tidak masuk akal. Memberi alasan ajaib yang menunjukkan ketidaktahuan dan merusak kerja sebuah tim.
Benar-benar menjadi malam yang menguras energi. Emosi saya bergerak sampai ke ujung kepala. Susah berkata-kata, apalagi menyusun struktur kalimat. Dengan gemetar dan airmata hampir runtuh, saya berkata: “Selesaikan saja di rapat, saat ini saya sedang emosi dan tidak bisa bicara benar.”
Malam dasyat, melengkapi tautan hari yang sudah bergeser ke pembagian waktu pagi. Arrrgh!!! Barangkali saya perlu cuti!

