SELAIN penuh tikungan mengejutkan — seperti kata Ndoro Kakung — hidup ini menurut saya penuh tantangan dan perjuangan. Dari kecil sampai sekarang, saya terus berjuang mengalahkan begitu banyak ketakutan dan rasa malu. Terbaru, saat dipaksa berhadapan dengan kamera. Rasanya menciut, jadi keciiiil sekali. Seperti ada di sebuah ruang tertutup, panik, mau lari, tapi tidak ada pintu, tidak ada jendela, tidak ada lubang apa pun.
Perlu banyak energi dan kemauan untuk mengalahkan perasaan itu. Mencoba memompa semangat, bahwa saya bisa melakukan itu. Mencoba membangkitkan kesombongan, membuktikan bahwa saya bisa. Mencoba meyakinkan diri sendiri, jika bisa melakukan dan melewati tantangan itu, maka semua akan menjadi lebih mudah.
Berhasil? Berani tampil di depan kamera iya. Tapi saya tidak pernah bisa menghilangkan perasaan nervous . Saya benci efek sebelum dan sesudahnya. Jujur saja, saya tidak pernah beranjak — menjadi tampil lebih baik. Padahal sudah cukup sering melakukan.
Sekarang, saya mulai berpikir: bagaimana caranya supaya saya bisa lepas dari tugas ini? Atau bagaimana caranya bisa menghilangkan perasaan nervous ? Juga, bagaimana caranya menghilangkan efek yang dalam sekejab bisa membuat tangan dan kaki saya dingin serta gemetar?
Betulkan, selain kejutan, hidup ini penuh tantangan dan perjuangan. Sulit mengalahkan diri sendiri.


mbak, selingkuh itu juga penuh tantangan dan keberanian lo. berani gak selingkuh …
Comment by tukang ronda — July 6, 2006 @ 9:36 am
cah ayu, aku pindah alamat yo di ndoro kakung. tulung ditengok dong dan jangan main skandal, eh, sandal mulu …
Comment by ndoro kakung — November 28, 2006 @ 4:33 am