I Love My Country Its the Goverment I’m Afraid!

KATA-kata itu saya baca sambil mengerutkan dahi dan memicingkan mata. Silau, akibat terik matahari yang siang itu benar-benar membakar jalanan Jakarta. Tertulis pada stiker yang menempel lekat di kaca belakang sebuah mobil.
Hanya terdiri dari beberapa kata, tapi sempat membuat saya mesem dan teringat pada sebuah peristiwa yang terjadi sekitar dua minggu lalu:

Suatu sore dalam sebuah perbincangan di bilangan Jakarta Pusat, seseorang bertanya pada saya:
” Kalau ada kesempatan, kamu memilih tinggal di negara mana?”

Pertanyaan kecil, tapi berhasil memaksa saya berpikir. Kemudian dalam kilasan sangat cepat, mencoba merunut perasaan. Saya pernah mengunjungi beberapa negara, dan kemudian selalu rindu pulang. Paling tidak, saat kembali menginjak Bandara Soekarno Hatta, ada selinap perasaan senang. Mungkin karena benar-benar cinta atau mungkin karena sudah terbiasa. Bisa juga karena takut perubahan, atau imajinasi saya memang kurang liar. Kemudian saya menjawab:
“Sepertinya saya tetap memilih Indonesia. Kamu sendiri?”
“Sama, saya juga tetap memilih Indonesia.”


I Love My Country. Its the goverment I’m Afraid!

Stiker yang terbaca di tengah terik Jakarta, mengingatkan saya pada percakapan di atas. Sesederhana itu!