Braaaak….Gubraaaak!

Haduuuh, jantung saya rasanya seperti naik kora-kora.
Sepeda motor yang dikendarai anak 19 tahun — luar biasa ngebut — stang motornya nyenggol mobil, dan gubraaak…jatuh! Motornya sampai berantakan. Untung anak itu enggak apa-apa. Ngaku salah, dan polisi yang kebetulan lihat kejadian itu cuma bilang: “selesaikan sendiri saja.”

Dibawa ke rumah sakit, jahit sedikit lutut kiri dan kanan, rontgen, bayar, boleh bawa pulang dengan pesan kontrol tiga hari lagi. Seperti film drama, anak itu ternyata rumahnya dekat kantor, belakang warteg.

saya mau cerita ini:
Awalnya, saya dan keluarga memang mau ke rumah sakit. Tapi karena ada suatu kebutuhan, terjadi perdebatan untuk mampir ke sebuah tempat. Di awal pembicaraan dan beberapakali bahasan lebih lanjut, saya mengatakan sebaiknya tidak usah mampir ke tempat itu, langsung saja ke rumah sakit. Tapi sebuah kejadian melunakkan hati, dan membuat saya akhirnya menyerah.

Keluar dari tempat yang diperdebatkan, kejadian Braaaak….Gubraaaak itu terjadi. Saya kemudian berpikir, barangkali cetusan pertama untuk tidak usah mampir, merupakan intuisi/insting/bisa jadi suara hati yang benar. Tapi seperti biasa, saya mengabaikan. Dan kemudian, saya teringat pada buku berjudul Blink: Kemampuan Berpikir Tanpa berpikir. Belum sempat dibaca, dan kebetulan masih dipinjam teman. Saya membeli karena tertarik dengan ringkasan isi buku itu.

Begini kira-kira deskripsi yang diberikan dalam www.inibuku.com:
Blink adalah buku mengenai dua detik pertama yang sangat menentukan ketika kita mengamati sesuatu—dua detik yang akan memberikan pemahaman dengan amat sangat cepat, yang terbentuk berkat pilihan-pilihan yang muncul dalam sekejap mata. Dalam buku ini, Malcolm Gladwell memperkenalkan fenomena snap judgment dan thin-slicing—dengan kata lain kemampuan berpikir tanpa berpikir—di mana keputusan sekejap bisa didapat dari informasi yang sedikit namun akurat.

Mungkin semacam naluri — seperti dalam buku Alkemis — tapi sudah lebih dimatematikakan! Saya akan meminta kembali buku itu, dan mulai menyempatkan diri membaca.

NB: Hehehe kenapa aku jadi begini ya? :)